Donderdag 21 Augustus 2014

TEORI PEMIMPIN DAN KEPEMIMPINAN purta sampas



TEORI PEMIMPIN DAN KEPEMIMPINAN
a.   Teori Pemimpin

Pemimpin selalu menggunakan kemampuan berfikir untuk memengaruhi, menggerakkan/ mengarahkan, dan memberikan motivasi kerja pada seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu pada situasi  dan kondisi tertentu.

Maka kualitas kepemimpinan pun dapat dilihat dari segi kemampuan menciptakan hubungan dengan atasan dan bawahan, serta hubungan denga dipimpin. Memimpin yang terlalu focus pada wewenag fromalnya, berpotensi dalam peningkatan kemapuan yang memimpin mewujudkan mencapai tujuan organisasi perubahan yang segnifikan Bempagunan, Pelayanan, Pemberdayaan, serta masyarakan mulai Kesejahtera yang merata.

Menurut Budi Supriyatno, 

Pemimpin merupakan suatu kegiatan dalam rangka mempengaruhi orang lain untuk berusaha mencapai tujuan kelompok secara sukarelah[1]

Menurut Budi Supriyatno Mengatakan:

Pemimpin merupakan suatu proses kegiatan dengan menggunakan  kemampuan pikiran dalam rangka memengaruhi orang lain untuk selalu berusaha mencapai tujuan kelompok yang telah ditentukan.

Menurut  Gerald L.  mcmanis, mengatakan:

 para pemimpin harus persedia melampui kebiasaan rutin dan wilayah yang nyaman, mereka terus bertanya dan melemparkan tantangan untuk membantu agar organisasinya tetap penting dan hidup.

David neidert menyatakan

Pemimpin itu harusberusaha untuk tidak hanya keahlian melaikan  juga serangkaian  nilai  yang menggerakkan semua biak yang berkepetingan menuju keutamaan, pemimpin itu penting sebagai orang yang mencari tujuan untuk membangun haru agar terikat dengan pekerjaan.

Perbedaan pemimpin dan manajer
  1. Pemimpin adalah harus mampu mengatasi situasi yang tidak kundusif, pengolakan, ketidakpastian, yang kadang menantang dan menyulitkan, bahkan membahayakan bangsa dan negara jika dibiarkan. perbedaan pemimpin adalah:
1.Memiliki sasaran dan tujuan 2. Tepat waktu, 3. Misi dan visi yang jelas, 4. Hasil yang efektif, 5. Memfokuskan hal yang penting, 6. Inovasi, 7. Mengembangkan, 8. Menginspirasi kepercayaan, 9. Memiliki padangan jangka pajang, 10. panjang, 11.  Pertanya apa dan mengapa, 12. Memandang kecakrawala, 13.menantangnya dirinya sendiri melakukan hal yang benar.

  1. Menajer adalah memiliki kecepatan dan sturuktur  yang mempunyai wewenang lini (line authority) yang hanya berhak dan bertanggungjawab langsungmerealisasi tujuan organisasi perusahan. Perbedaan menajer adalah
1.memiliki kecepatan 2.Sturuktur dan system serta hasil, 3.Hasil yang menguntungkan, 4. Memokuskan pada efesien, 5. mengatur, 6. Mempertahankan, 7. mengandalkan, 8. Padangan jangka pendek, 9. Pertanya bagimana dan kapan, 10. Memandang kebawah, 11. Menerima situasi quo, 12. Prajurit sejati, dan 13. Melakukan hal yang menguntungkan.


b. Teori  kepemimpinan

Kepemimpinan memiliki pengertian arti sangat luas, termaksud kesadaran sebagai seorang pemimipin yang dipelihatkan melalui kemampuan atau kompetesinya untuk menjadikan diri sebagai telandan serta mampu motivasi orang lain serta bahawan nya agar tergerak mencapai sasaran yang lebih tinggi berdasarkan nilai-nilai moral serta seperti intgritas. Bkonsistensi, frovesional dan mampu berkomunikasi csecara efektif dan efesien.

John W. Humhrey, Mengatakan:

 Kepemimpinan merupakan suatu organisasi yang banyakorganisasi sadar mereka mengadalkan kepemimpinan  peribadi  dari masing-masing individu pada setiap ikatan jika mereka ingin mengelola perubahan secara efektif dan mempertahankan keunggulan kompetitif.

Menurut Stoner Dalam Buku:

Kepemimpinan adalah suatu proses pengarahan dan pemberian pengaruh pada kegiatang dari  sekelompok anggota yang saling perhubungan tugas dan fungsinya.

Menurut Budi Supriyatno mengatakan:

Kepemimpinan Yang Baik Adalah pemimpin yang mampu bertahan dalam menjalankan  kepemimpinannya secara konsisten, meski tidak kepastian, bahkan dia juga dapat meningkatkan profesionalisme bawahannya dalam melayani pelanggan atau warga negara secara efektif dan efesien serta berkembang seiring perubahan waktu.

Horst Shultze dan Kevin Dimond,  mereka mengatakan:

inti kepemimpinan adalah terus   menerus focus terhadap visi. Dalam  serangkaian program perbaikan yang berat, para pemimpin yang memusatkan diri pada visi dapat bertahan hari-hari yang sulit.

Menurut Budi Supriyatno, 

kepemimpinan merupakan seni  mengendalikan organisasi secara serdik, pandai, berpengalaman, peka, proaktif, selalu dekat dengan  yang dipimpin, menjadi visioner, berperan sebagai jujur bicara organisasi, sumber berubahan dan pembaharuan. kedepannya, dengan kondisi  yang serba  tidak pasti, pemimpin harus mampu menciptakan paradigma dan harus mampu mengikuti puncak perubahan sehingga tidak terombang- ambing oleh perubahan tersebut.[2]

Kesimpulan dari teori di atas
Kepemimpinan merupakan upaya mempengaruhi orang-orang  untuk ikut dalam pencapai tujuan bersama.serta kepemimpina merupakan pola hubungan antara individu  yang menggunakan wewenang dan pengaruhterhadap sekelompok  agar bekerja sama –sama untuk mencapai tujuan yang dikehendaki bersama.

Cirri –Ciri Kepemimpinan
Menurut penulisciri-ciri pemimpin adalah untuk dapat memahami makna kepemimpinan, perlu dilakukan indentifikasi sifat-sifat pemimpin. Kepemimpinan yang efektif cenderung mempunyai kelebihan seperti kecerdasan, kedewasaan social, motivasi diri, menujung tinggi dan martabat, memiliki pengaru yang luas, miliki pola hubungan yang baik, mempunyai sifat-sifat khusu, memiliki kedudukan dan jabatan, maupun berinteraksi dan mampu memperdayakan bawahan.
Ada sepulu cirri utama yang mempunyai pengaruh terhadap kesuksesan kepemimpinan dalam pemerintahan antara lain;
  1. Kecerdasan adalah untuk dapat ditingkat menjadi seorang pemimpin harus mempunyai tingka kecerdasan yang lebih tinggi dari atasan maupun bawahan.
  2. Kedewasaan sosial adalah pemimpin cenderung mempunyai emosi yang stabil dan dewasa, serta mempunyai kegiatan-kegiatan dan hubungan social yang luas.
  3. Motivasi diri dan dorongan berprestasi adalah pemimpin selalu mempunyai motivasi diri dan dorongan berprestasi yang tinggi.
  4. Menjunjung tinggi martabat adalah seorang pemimpin selalu menjunjung tinggiber dan akan mengakui harga diri serta martabat bawahannya atau mempunyai perhatian yang tinggi dan  berorientasi kepada pegawai.
  5. Memiliki pengaruh yang kuat adalah seorang pemimpin biasanya Memiliki pengaruh yang kuat untuk menggerakkan orang lain atau bawahan agar dapat berusaha mencapai tujuan kelompok secara sukarela.
  6. Memiliki pola hubungan yang baik adalah seorang pemimpin yang sukses mampu menciptakan pola hubungan yang baik antara individu, dengan menggunakan wewenang  dan pengaruhnya terhadap sekelompok orang agar bekerja sama dalam mencapai tujuan yang dikehendaki persama.
  7. Memiliki sifat-sifat tertentu  adalah seorang pemimpin sukses memiliki sifat-sifat khusus seperti ke beribadian baik, kemampuan tinggi  dan kemauan keras, sehingga mampu menggerakkan bawahannya.
  8. Memiliki kedudukan atau jabatan adalah seorang pemimpin selalu Memiliki kedudukan atau jabatan dalam organisasi, baik oragisan institusi maupun no intitusi dan masyarakat karena kepemimpinan merupakan serangkaian kegiatan pemimpin yang tidak dapat dipisahkan dari kedudukan, jabatan dan gaya atau perilakub pemimpin itu sendiri.
  9. Mampu berinteraksi  adalah seorang pemimpin yang baik selalu berinterasksi secara  baik  dengan sesama pemimpin, bawahan, dan masyarakat yang dipimpinnya dalam situasi dan kondisi apapun, buru  maupun menyenangkan.
  10. Mampu memberdayakan adalah seorang pemimpin yang sukses biasanya Mampu memberdayakan bawahan dan masyarakat yang dipimpin.`     
 Tugas pemimpin
Tugas pemimpin adalah seorang pemimpin mempunyai tugas ,fungsi dan wewenangnya dengan memahami tugas tersebut seorang pemimpin akan mudah melakukannya dengan baik.
Ada tiga tugas utama pemimpin dalam  organisasi adalah :
1.      Memberikan arahan yang jelas adalah seorang pemimpin harus menujukkan segalah hal agar sesuatu tampakmenjadi jelas, mana yang penting mana yang kurang penting mana yang utama, dan mana yang tidak mana yang perlu prioritas dan mana yang boleh dibelakangannya.
2.      mengawai individu adalah tidak semua anggota kelompok memiliki persepsi sama, tidak semua anggota kelompok memiliki ketaatankepatuhan atau semangat yang sama.diantara anggota kelompok tentu ada yang mengalami deviasi negatif. Individu semacam  ini sering mengekspresikan perilaku berupa penyimpangan-penyimpangan. Menghadapi hal ini, tugas pemimpin adalah mengendalikannya.
3.      Menjadi jujur bicara adalah pemimpin mempunyai tugas untuk menyuarakan, menjadi corong, atau menjadi juru bicara  segalah hal yang mencerminkan kebutuhan kelompok. Artinya seoran pemimpin fitur/ took senteral , karena didalam harus mampu menyuarakan untuk memenuhi  kebutuhan organisasi sedangkan keluar seorang pemimpin haru mampu mengiformasikan secara efektif segalah kelebihan perusahaan/ organisasi kepada konsumen atau pengguna jasa.
Fungsi kepemimpinan
Menurut prof katz mengatakan
Fungsi kepemimpinan merupakan suatu fungsi dan kecakapan kepemimpnan sebagai berikut kecakapan yang mencolok dari kepemimpinan administrasi dapat dibedakan kedalam tiga bagian yaitu; konsepsional, kemanusiaan, dan teknis.
Sedangkan menurut penulis mengatakan:
fungsi kepemimpinan merupakan suatu proses yang menciptakan visi, misi, strategi, sasaran,  tujuan dan mempengaruhi sikap prilaku pengikut serta memahami tugas, mengabil keputusan, merumuskan strategi, mengkoordinasikan, melakukan hubungan baik, menciptakan suatu padangan, memberikan fasilitas kepada bawahan, mengembangkan bawahan, menampung ide-ide, melakukan pembinaan secara rutin, sebagai tempat pengaduan, melakukan pengawasan  dan memberi hadiah pada bawahan, serta membawa pengikutnya kepda sasaran yang di inginkan sesuai target.
1.   Memahami Tugas adalah seorang pemimpin harus memahami tugas yang telah dipercayakan kepadanya.
2.   Mengabil Keputusan adalah seorang pemimpin dalam situasi yang tidak menentu harus mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat agar tidak menghambar pelaksanaan tugas.
3.    Merumuskan Strategi adalah seorang pemimpin mempunyai kebijakan jangka pendek , jangka menegah dan jangka panjang dalam organisasi pelalui perencanaan pembagunan
4.   Melakukan Mengkoordinasikan adalah mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan sampai evaluasi, agar kegiatan dapat mencapai tujuan.
5.   Melakukan Hubungan Baik adalah unsur manusia sangat menetukan kinerja pegawai disamping itu perlu hubungan baik dari pemimpin dan bawahannya sehing menjadi tim yang dapat mencapai tujuan sesuai target.

6.   Menciptakan Suatu Padangan adalah seorang pemimpin mempunyai padangan kedepan  melalui visi dan misi strategi dan sasaran serta tujuan yang jelas untuk mengerakan organisasi melalui perencanaan pelaksanaan pengordinasian, komunikasi, mendorong serta tanggungjawab untuk menciptakan padangan depan menciptakan perubahan secara merata untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.
7.   Memberikan Fasilitas Pada Bawahan adalah seorang pemimpin melengkapai pasilitas kerja maupun kinerja mulai dari perlengapan dari  ITK, sampai dengan menyiapkan sember daya manusia memiliki 4 CT: cepat tanggap,cepat temu, cepat tindak,dan cepat tuntas. Untuk mewujudkan perubahan organisasi kearah yang lebih baik.
8.   Mengembangkan Bawahan adalah atasan maupun bawahan kinerja secara profesionalis dalam melaksanakan tugas.
9.   menampung ide-ide adalah gagasan bawahan sebagai bahan pengambilan kebutusan.
10.  melakukan pembinaan secara rutin adalah suatu proses pelaksanaan kinerja pagawai semaksimal mukin untuk mewujudkan keberhasilan kinerja melalu evaluasi kinerja, penilaian, kinerja dan kualita serta kuantias yang dimiliki melalui sumber daya manusia yang ada.
11.  Melakukan Pengawasan  adalah pegawasan secara rutin dalam pelaksanaan kinerja pegawai.
12.  Memberi Hadiah adalah kinerja yang sukses memperikan impalan, tetapi yang sala memri hukum.

Wewenang pemimpin
Wewenang pemimpi adalah usaha untuk mempengaruhi bawahan atau rakyat yang dipimpinnya merupakan senergi keputusan pemimpin dan pendapat bawahan. kewenangan pemimpin adalah mempunyai daya kekuatan, yakni yang tersebar luas berwujud kesetiaan/ kesadaran anggota tujuan bersama organisasi adalah kesetiaan dan kesadaran melaksanakan tujuan program. Ada 6 wewenang kepemimpin dapat dibawah ini:
  1. Harus Mampu Membina Kerja Bawahan adalah seorang pemimpin harus mampu menciptakan kerja sama dengan bawahan atau masyarakatyang dipimpin dengan baik, tanpa mengunakan kekerasan, sehingga merasa bawahan nyaman dengan kepemimpinannya.
  2. Harus Mampu Menyelenggarakan Hubungan adalah seorang pemimpin harus menyelenggarakan  hubungan harmunis diantara bawahan atau masyarakat dipimpin bersifat resmi sehingga tercipta keharmonisan organisasi dipimpinya.
  3. Menciptakan Prosedur Kerja adalah  seorang pemimpin haru menciptakan prosedur kerja dan sistematis dan mudah dimengerti oleh bawahan, sehingga bawahan tidak bingung dalam menjalankan tugasnya.
  4. Mampu Membagi Tugas adalah seorang pemimpin harus membagi tugas dengan baik, sehingga tedak ada bekerjaan yang tidak kerjakan atau pekerjaan yang dikerjakan tumpang tindih.Pembagian tugas akan memudahkan bawahan melaksanakan tugas secara efektif dan efesien.
  5. Mendelegasikan Wewenang adalah seorang pemimpin mampu Mendelegasikan Wewenang pada bawahan karena tidak semua tugas harus ditangani sendiri.
  6. Bertanggung jawab secara ksatria adalah seorang seorang pemimpin harus bertanggung jawab atas semua kewenangan yang ditugaskan padanya.

Tanggung jawab pemimpin

Tanggung jawab pemimpin adalah tanggungjawab pemimpin sangat berat, karena konsekuensi jabatan yang diembannya. Segala resiko harus manjadi tanggungjawabseorang pemimpin.
Pada dasarnya tanggung jawab pemimpin mencakup hal-hal sebagai berikut;
  1. Menetukan tujuan yang  realistis adalah sering kali terjadi, mengingat banyak nya anggota organisasi, banyak aspirasi yang perlu ditampung untuk menjadi alternative pilihan yang akan menjadi ketepatan tujuan bersama. Dalam hal ini tanggung jawab pemempin adalah memrikan argumentasi rasional dan realistis mengenai tujuan mana yang menjadi prioritas dan harus dicapai lebih dahulu cecara bersama.
  2. Melengkapi sumber daya adalah tenaga kerja dalam melaksanakan tugas tak mungkin mancapai tujuannya jika tidak mendukung sasarana –parasarana, dibutukannya, tanggung jawab seoprang pemimpin untuk mengadakan sarana-parasarana, serta pasilitas lain yang merupakan sumber daya kerja secara representatif.
  3. Mengkomunikasi semua anggota adalah seorang pemimpin memberikan Komunikasi yang baik terhadap aggota merupakan suatu motivasi, dimana kondisi seperti itu dapat mendorong perasaan untuk berpartisipasi, akan lebih banyak menarik perhatian terhadap pekerjaan dan komunikasi mengalir ke berbagai arah, ke atas, ke bawah, ke samping secara bersilang.
a.   Komunikasi ke bawah disampaikan pimpinan kepada bawahan dengan maksud untuk memberikan pengertian pemberian petunjuk, pemberian perintah, pemberian teguran dan sebagainya. diberikan secara tertulis, dengan menggunakan simbol-simbol, gambar, surat edaran, pengumuman atau buku-buku pedoman pegawai, atau dapat juga diberikan secara langsung dalam bentuk lisan.
b.   Komunikasi ke atas diberikan oleh para bawahan kepada pimpinan dengan maksud untuk memberikan laporan yang diperlukan oleh pimpinan, atau berupa aspirasi dalam bentuk saran/masukan yang positif bagi organisasi.     
c.    Komunikasi horizontal dilakukan antar para pejabat yang mempunyai kedudukan yang sama, atau antar anggota organisasi pada tingkat bawah. Komunikasi ini bertujuan untuk mempercepat arus informasi, menyamakan persepsi atas informasi yang diberikan, meningkatkan pemahaman, dan mengkoordinasikan upaya-upaya yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi. Komunikasi silang dapat dilakukan melalui rapat terbatas.

4.      Memberikan perangsang adalah seorang pemimpin mampu memotivasi dan membangitkan semagat , terutama disaat para anggota mengalami kelesuan, lemah semangat, atau pada saat organisasi mengalami peningkatan beban dan volume tugas. Pemimpin harus mempu menimbulkan rasa optimism dan gairah kerja secara bersama.
5.      Menghilangkan hambatan adalah keberadaan pemimpin sekali-kali menimpulkan permasalahan, tetapi keberadaannya justru harus memberikan harapan kepada semua anggota bahwa mereka akan bebas dari kesulitan permasalahan. Seorang pemimpin mampu mengatasi hambatan melalui evaluasi dan masukkan ide-ide dari anggota organisasi untuk mengatasi hambatan secara bersama.
6.      Menilai hasil kegiatan adalah mengingat pemimpin harus tanggung jawab atas kinerja organisasi member menilai secara baik untuk mewujudkan organisasi menjadi penilaian hasil kinerja organisasi berperstasi tinggi.

Sifat kepemimpinan


[1] Dr. Budi Supriyatno, 2009: 213, Manajemen Pemerintahan, Jakarta: Oleh Penerbit , CV. Media Brilian.
[2] Dr. Budi Supriyatno, 2009: 208. Manajemen Pemerintahan, Jakarta: Oleh Penerbit , CV. Media Brilian.


Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking