Teori Administrasi Negara
Administrasi
Negara berkenaan dengan penyelesaian hal-hal yang untuk tercapainya tujuan
yang telah ditentukan. Jadi ilmu administrasi adalah sistem pengetahuan dimana
dengan pengetahuan tersebut, manusia dapat mengerti, hubungan-hubungan,
meramalkan secara teratur bekerja sama untuk tujuan bersama.
Oeleh sebab itu Administrasi merupakan keseluruhan proses kerjasama antara dua orang
atau lebih yang mendasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan
yang telah ditentukan sebelumnya
Menurut Lembaga
Administrasi Negara RI (2002:31), bahwa:
a.
Perencanaan dalam arti
seluas-luasnya tidak lain adalah suatu proses mempersiapkan secara sistematis
kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai sesuatu tujuan tertentu.
b.
Perencanaan adalah proses
penentuan tujuan, penentuan kegiatan dan penentuan aparat pelaksana kegiatan
untuk mencapai tujuan.
c.
Perencanaan adalah usaha
yang diorganisasikan berdasarkan perhitungan-perhitungan untuk memajukan
perkembangan tertentu.
Pengertian administrasi
Menurut Leonard B.
White,
Administrasi
adalah suatu proses yang umun pada setiap usaha kelompok-kelompok baik
pemerintah maupun swasta , baik sipil maupun meliter, baik ukuran besar maupun
kecil.[1]
Menurut Pramuji Atmosudirjo, Adalah:
Administerasi
merupakan suatu fenomena social yaitu perwujudan tertentu didalam masyarakat
modern. eksistensi administrasi ini perkaitan dengan organisasi. jadi, barang
siapa hendak mengetahui adanya
administrasi didalam masyarakat ia harus mencari terlebih dahulu suatu
organisasi masih hidup disitu terdapat administrasi[2]
Menurut Cilick, Administrasi
adalah suatu system pengetahuan dimana olehnya manusia dapat mengerti
hubungan-hubungan meramalkan akibat-akibat dan membengaruhi hasil-hasil pada
suatu keadaan dimana orang-orang secara teratur bekerja sama untuk tujuan
bersama[3]
Menurut
The Liang Gie, (dalam Inu Kencana Syafiie);
Administrasi
adalah segenap rangkaian kegiatan penataan terhadap pekerjaan pokok yang
dilakukan oleh sekelompok orang dalam sama mencapai tujuan tertentu.[4]
Menurut
Sodang P. Siagian,
Administerasi
adalah keseluruhan proses pelaksanaan dari keputusan – keputusan yang telah
diambil dan pelaksanaan itu pada umumnya dilakukan dua orang manusia atau lebih
untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.[5]
Menurut Hadari Nawawi,
Administerasi Adalah
kegiatan
atau rangkaian kegiatan sebagai proses pengendalian usaha kerja sama kelompok
manusia untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan sebelumnya.[6]
Menurut Ermaya Suradinata Administrasi adalah
suatu proses yang melibatkan manusaia atau tenaga kerja dan materi untuk
mencapai tujuan dalam proses tersebut tentu dibutukan adanya hubungan baik
antara manusia dengan manusia lainnya maupun manusia dengan alat penujang
lainnya atau kelengkapan atau materi dan hubungan dengan lingkungan baik dalam
proses didalam organisasi maupun lingkungan organisasi.[7]
Menurut Prajudi Atmosudirdjo, administrasi dapat dibedakan ke
dalam dua bagian, yaitu:
1.
Administrasi dalam arti sempit, berarti tata usaha atau office work.
2.
Administrasi dalam arti luas, dapat ditinjau dari tiga sudut, yaitu
dari sudut proses, fungsi, dan kepranataan (institusi).[8]
Menurut Penulis
Administrasi merupakan
keseluruhan proses
yang dimulai dari proses pemikiran, perencanaan, pengawasan sampai dengan
proses tercapainya tujuan. Ditinjau dari sudut kepranataan adalah kelompok
orang-orang yang secara tertentu melakukan aktivitas-aktivitas untuk mencapai
tujuan atau proses penyelenggaraan kerja untuk mencapai tujuan yang ditetapkan[9]
Menurut Luther Gullick, sebagaimana dikutip
Widodo Suparno, bahwa:
“Administrasi berkenaan dengan penyelesaian
hal-hal yang untuk tercapainya tujuan yang telah ditentukan. Jadi ilmu
administrasi adalah sistem pengetahuan dimana dengan pengetahuan tersebut,
manusia dapat mengerti, hubungan-hubungan, meramalkan secara teratur bekerja
sama untuk tujuan bersama”.[10]
Melihat dari
teori diatas penulis dapat disimpulkan
bahwa pengertian administrasi merupakan keseluruhan proses kerjasama antara dua
orang atau lebih untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya, dimana
terdapat unsur-unsur, meliputi:
1.
Dua orang atau lebih
2.
Adanya tujuan yang hendak dicapai
3.
Adanya tugas yang hendak dilaksanakan
4.
Peralatan dan perlengkapan.
Pengeritan
Negara
Menurut Inu Kencana Syafiie, Negara
adalah suatu kelompok persekutuhan alat organisasi kesederhanaan kewilayahan , yang
memiliki system politik melembaga dari rakyat, keluarga, desa, dan pemerintah
lebih tinggi; terdi dari orang – orang yang kuat memiliki monopoli, kewibawaan,
daulat, hokum, dan kepemimpinan yang bersifat memaksa sehingga pada akhir
memperoleh keabsahan dari luar dan dalam negeri; selanjutnya organisasi ini
memiliki kewenangan untuk membuat rakyatnya
teteram, aman, teratur, terkendali, disatu pihak dan dilain pihak melajani
kesejateraan dalam rangka mewujudkan cita-cita bersama.[11]
Menurut Nasroen dalam Inu Kencana Syafiie, negara
merupakan suatu alat penting yang diadakan oleh manusia dan berada ditangan
manusia itu sendiri.[12]
Menurut Ermaya Suradinata
Negara
merupakan lembaga organisasi masyarakat yang mempunyai daerah tertentu, dimana
kekuasaan Negara berlaku sepenuhnya. Juga Negara merupakan sebagai gejala
social politik, dipadang dari ilmu sosiologi Negara adalah sekelompok politik
persekutuhan hidup orang banyak
jumlahnya dan terkait dengan perasaan sensitive dan seperjuangan, maka apabila
membicara masyarakat maka kita membicara organisasi[13]
Menurut Inu Kencana Syafiie Negara adalah
persekutuhan
yang sempurna dari orang-orang yang merdeka untuk memberoleh perlindungan hukum
dan alat atau wewenang yang mengatur atau mengendalikan persoalan persoalan
persama atas atas nama masyarakat untuk mewujudkan degara suatau organisasi
kekuasaan yang penuh kewibawaan.[14]
Menurut Nasroen menyapaikan negara
adalah
suatu
negara itu bukan satu pergaulan hidup biasa, tetapi bentuk pergaulan hidup yang
khusus dan kekhususnya terletak pada syarat-syarat tertentu yaitu rakyat,
daerah, dan pemerintah tertentu.yang harus dipenuhi oleh pergaulan hidup itu
agar dapat dinamakan negara[15]
Dari Peberapa Pendapat Para Ahli Definisi
Negara Adalah:
1. Menurut
Aristoteles Negara adalah suatu persekutuhan dari pada keluarga, dan desa guna memberoleh hidup yang
sebaik- baik nya.[16]
2. Menurut
jean bodin, negara adalah suatu persekutuan dari pada keluarga-keluarga dengan
segalah kepentingannya dipimpinoleh akal dari suatu kuasa yang berdaulat[17]
3. Menurut
hugo de Groot, negara adalah suatu persekutuhan yang sempurna, dari pada
orang-orang yang merdeka untuk memperoleh perlindungan hukum.[18]
4. Menurut
Bluntschli. Negara adalah suatu diri rakyat yang disusun dalam suatu organisasi
publik disuatu daerah tertentu.[19]
5. Menurut
Hans Kelsen, negara adalah suatu susunan pergaul hidup bersama dengan tata paksa.[20]
Menurut sumantri,
Negara
adalah suatu organisasi kekuasaan oleh karena nya dalam setiap organisasi yang
bernama negara , selalu kita jumpai adanya orang atau alat perlengkapan yang
mempunyai kemampuan untuk memaksakan kehendaknya kepada siapapun juga yang
bertempat tinggal didalam wilayah kekuasaannya.[21]
Menurut kranenburg,
Negara
adalah suatu system dari pada
tugas-tugas umum dan organisasi –organisasi yang diatur, dalam usaha negara
untuk mencapai tujuannya, yang juga menjadi tujuan rakyat atau masyarakat yang
diputi maka pemerintah yang berdaulat[22]
Dari defines diatas penulis dapat disimpulkan negara
merupakan persekutuhan dari keluarga dan desa guna memperoleh hidup yang
sebaik-baik dengan segalah kepentingan yang dipimpin oleh akal dari suatu kuasa
yang perdaulan. Karena negara merupakan suatu organisasi kewilayahan yang
pergerak dibidang kemasyarakatan dan kepentingan seseorangan dari segenap
kehidupan yang multidimensional untuk pengawasan pemerintahan dengan legalitas
kekuasaan tertinggi.
Pengertian
administrasi negara
Menurut
Jhon Pffifner dan Robet V Presthus antara lain administerasi negara
sebagai beriku;
a.
Administrasi negara meliputi implementasi kebijaksanaan pemerintah yang telah
ditetapkan oleh badan-badan perwakilan politik
b.Administrasi
negara dapat didefinisikan sebagai koordinasi usaha-usaha perorangan dan
kelompok untuk melaksanakan kebijaksanaan pemerintah.
c. Administerasi
negara adalah suatu proses yang bersangkutan dengan pelaksanaan kebiyaksanaan-
kebijaksanaan pemerintah, pengarahan kecakapan dan teknik-teknik yang tidak
terhingga jumlahnya, memberikan arah dan maksud terhadap usaha sejumlah orang.[23]
Mnurut
Edward H. Litchfield administrasi negara adalah
suatu
studi mengenai bagaimana bermacam-macam badan pemerintah diorganisir,
diperlengkapi tenaga-tenaga dibiayai, digerakan, dan dipimpin.[24]
Menurut Dwight waldo
administrasi negara adalah manajemen dan
organisasi dari manusia dan peralatannya guna mencapai tujuan pemerintah[25]
Menurut Inu Kencana Syafiie
administrasi
negara adalah dapat dirumuskan sebagai seluruh proses baik yang dilakukan
organisasi maupun perorangan yang perkaitan dengan penerapan atau pelaksanaan
hukum dan peraturan yang dikeluarkan oleh badan ligislatif, eksekutif, serta
peradilan.[26]
Menurut Amin Ibrahim, administrasi negara adalah
seluru upaya penyelenggaraan pemerintahan
yang meliputi kegiatan manajemen pemerintahan melalui; perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan pembagunan, dengan mekanisme kerja
dan dukungan sumber daya manusia serta dukungan administrasi atau tata
laksananya untuk tercapai tujuan –tujuan yang bersifat kenegaraan ditetapkan
melalui undang-undangan.[27]
Menurut Ermaya Suradinata Administrasi
Negara
merupakan bagian
atau species dari administrasi tidak bias lebas hubungannya dengan fungsi
pemerintahan, setiap negara termasuk Indonesia dari dalam pemerintahan adanya
dikotomi fungsi pemerintahan tersebut mempunyasi pegaruh terhadap perkembangan
ilmu administrasi negara bias menguntungkan dan bias bias merugikan dan disisi
lain menekankan pentingnya administrasi negara[28]
Dari definisi diatas penulis disimpulkan
administerasi negara merupakan suatau proses pelaksanaan negara yang sebagai
organisasi untuk mengejar tujuan-tujuan yang bersifat kenegaraan agar
mewujudkan suatu kerja sama dalam kelompok organisasi baik dari pemerintah
maupun swasta serta masyarakat membawah negara Indonesia yang lebaik dalam
mencapai tujuan yang telah tetapkan sebelumnya. melalui indicator-indikator
yaitu; Hubungan, Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan, Pengawasan
Pembagunan, Kebijaksanaan, dan Sumber Daya Manusia, serta kerja sama untuk mewujudkan Mencapai Tujuan
organisasi secara segnifikan.
Menurut
Odgers (2005),
manajer administrasi bertanggung jawab
mengelola informasi, sistem informasi, teknologi maupun SDM yang ada untuk
memaksimalkan produktivitas bagian administrasi yang dipimpinnya.
Tanggung Jawab Manager
Administrasi
a.
Perencanaan
b.
Pengorganisasian
c.
Pengalokasian staf
d.
Pengarahan
e.
Pengawasan
f.
Tantangan
g.
Kualifikasi
Tiga
Tahapan yang Dilalui Sekretaris
a.
Dependance
pada
tahap awal sekretaris memiliki ketergantungan yang tinggi pada atasan dan rekan
kerja.
b.
Independence
seiring
dengan akutabilitas dan fleksibilitas terhadap pekerjaan, sekretaris semakin
mampu memahami dan menjalankan pekerjaan. memiliki perasaan bahwa ia dibutuhkan
organisasi.
c.
Interdependence
sudah
memiliki konsep berpikir dan konsep kerja yang konstruktif.
Organisasi merupakan studi tentang bagaimana organisasi
melaksanakan fungsinya dan bagaimana organisasi tersebut mempengaruhi dan
dipengaruhi oleh orang-orang yang bekerja di dalamnya maupun masyarakat dimana
organisasi itu beroperasi ( penulis)
Desain
organisasi adalah
merupakan
sisi lain dalam manajemen organisasi dalam arti suatu organisasi dalam
pelaksanaannya dapat dikoordinasikan untuk mencapai tujuan. Dengan perkataan
lain meskipun sudah ada struktur yang mempolakan mekanisme kerjanya akan tetapi
diperlukan rancangan kegiatan dalam setiap pelaksanaan kerjanya agar dapat
dikoordinasikan untuk mencapai tujuannya.
mempunyai struktur yang berbeda, meskipun ada unsur
intinya yang sama. Oleh karena itu merancang pola hubungan kerja dan merancang
tindakan atau mendesain organisasi dilandasi oleh adanya unsur inti
dalam suatu organisasi.
Unsur-unsur inti dalam organisasi menurut Henry
Mintzberg ada 5 yaitu:
- The operating core / unsur pelaksana yaitu pegawai yang melakukan pekerjaan dasar berhubungan dengan produksi & jasa.
- The strategic apex unsur strategis pimpinan puncak yg bertanggung jawab terhadap keseluruhan organisasi.
- The middle line unsur kelompok menengah para pimpinan yang menjadi penghubung kelompok pelaksana dengan kelompok strategis.
- The techno structure unsur kelompok analis yg bertanggung jawab pada adanya SOP (standard operating prosedure )
- The support staff unsur kelompok orang-orang yang mengisi unit staff yang memberi jasa pendukung tidak langsung pada organi
Perilaku organisasi
ü Perilaku
organisasi mengambil pandangan mikro, menekankan pada individu-individu dan
kelompok-kelompok kecil.
ü Fokusnya pada seperangkat prestasi dan sikap
pegawai yang meliputi produktivitas, absensi, rotasi dan kepuasan kerja.
ü Topik
topik perilaku individu yang dipelajari dalam perilaku organisasi adalah persepsi, nilai-nilai, pengetahuan,
motivasi, serta kepribadian.
ü Adapun yang termasuk dalam topik kelompok adalah
peran status kepemimpinan, kekuasaan, komunikasi dan konflik.
Kata kuncinya:
mewujudkan Tujuan organisasi yang lebih baik dari masa akan datang .
Menurut
Malayu SP. Hasibuan (2001:24), bahwa:
Pengorganisasian
adalah kegiatan untuk mengorganisir semua karyawan dengan menetapkan pembagian
kerja, hubungan kerja, delegasi wewenang, integrasi dan koordinasinya, dalam
bagan organisasi (organization chart).
1.
Pengorganisasian adalah penentuan hubungan antar kekuasaan yang
efektif antara pekerjaan, orang-orang dan tempat-tempat pekerjaan tertentu bagi
kelompok untuk bekerja secara efisien.
2.
Pengorganisasian adalah pekerjaan membagi tugas, mendelegasikan
kekuasaan dan menentukan apa yang dilakukan oleh manajer.
3.
Pengorganisasian adalah pembagian pekerjaan yang direncanakan untuk
diselesaikan oleh anggota-anggota kelompok pekerjaan. Penentuan
hubungan-hubungan pekerjaan yang baik diantara mereka, dan pemberian lingkungan
pekerjaan yang sepatutnya
Sayalom kita mulai belajar kedewasaan mulai dari sekarang.
Mandiri selalu berhubungan dengan
manusia yang sedang melaksanakan kegiatan tersendiri. Jadi mandiri memiliki
ciri-ciri sebagai berikut, kecuali.....
a. Tanggung jawab
b. Menghargai waktu
c.
Seenaknya sendiri
d. Percaya diri
Sekian Dan Terima Kasih
[1] Menurut Leonard
B. White, introduction to the study of
public adminitrasion, the mac millan Company, new York, 1955:h.1.p10.;
[2] Menurut pramuji
atmosudirjo, administrasi dan manajemen
umum, Ghalia Indonesia.jakarta.1982:h.39-40 ( aspek pertama)
[3] Menurut Luther
Cilick, papers on the science of
administration.1937.
[4] Menurut the
liang Gie dalam inu kencana syafiie, sistem administrasi
negara, Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2009:h.4.
[5] Sodang P.
Siagian, administerasi pembagunan,
Jakarta: gunung agung, 1985:h.14
[6] Hadari Nawawi, administerasi personel, Jakarta: gunung
agung,1990:h.15.
[7]Prof. Dr. Ermaya
Suradinata Administeras Lingkungan Dan Ekologi Pemerintahan Dalam
Pembagunan,Bandung: Cv.Ramadan Citra Grafiks.1998:H.2.
[9] Hugi lokon,
motivasi yang sukses dalam kepemimpinan yang efektif. Jakarata:artikel ilmia.
PT. ravindo.2014:h.9.
[13] Ermaya
Suradinata Administeras
Lingkungan Dan Ekologi Pemerintahan Dalam Pembagunan,Bandung: Cv.Ramadan Citra
Grafiks.1998:H.41.
[14] Ibid.
2009.9.
[15]
Prof. nasroen, asal mula negara, aksara baru, Jakarta: 1986:h.12.
[16] S. sumantri
mengutip. G.S. diponolo.
[17] Inu kencana
syafiie, 2007:78-79.pengantar ilmu pemerintahaan, Bandung: dicetak oleh, PT.
Refika Aditama. P.17.
[18] ibid
[19] ibid
[20] ibid
[21] ibid
[22]
ibid
[23] Jhon Pffifner
dan Robet V Presthus dalam public administration, theronald perss company, new
York,1990: h.4.
[24] Edward H.
Litchfield, note on A General theory of administration , administrative science
Quarterly, No. 1. 1956.
[25] Dwight waldo,
notes on a general theory administration , administrative science Quarterly,
No. 1. 1956.
[26] inu kencana
syafiie, sistem administrasi negara,
Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2009:h.33.
[27] Amin Ibrahim,
pokok-pokok administrasi public dan implementasinya, Bandung: Diterbitkan Oleh
PT. Refika Aditama, 2009:h. 17.
[28] Ibid.1998: h. 2.

Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking