STIMA IMMI
HAND-OUT EVALUASI KINERJA
oleh ;
hugi lokon
332122290252
[Sumber: Kaswan. MSDM; untuk Keuanggulan Bersaing
Organisasi. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2012 p 211- 240]
1. PENDAHULUAN
Evaluasi Kinerja, sbg bag dr proses
manajemen kinerja, sudah lama merupakan system yg diperdebatkan, bahkan dlm org
hierarkis. Penilaian kinerja memiliki banyak faset: sbg latihan observasi dan
penilaian, proses umpan balik, dan intervensi organisasi masih amat diperlukan.
Sebagai proses pengukuran di samping
juga proses yg penuh dg muatan emosi, penilaian kinerja diperlukan karena
sejumlah alas an, yg di antaranya:
a.
Mengalokasikan
sumber daya dlm lingkungan yg dinamis,
b.
Memotivasi
dan menghargai karyawan,
c.
Memberi
umpan balik kpd karyawan tentang kinerjanya,
d.
Memelihara
hubungan yg adil dlm kelompok’
e.
Membina
dan mengembangkan karyawan,
f.
Mematuhi
aturan kesempatan kerja yg setara [Nwstrom dan Davis, 1997: 174]
Di samping itu, ada sejumlah alans an
lain mengapa penilaian kinerja perlu dilakukan. Paling tidak ada 2 alasan: alas
an unt kepentingan manajemen dan alas an unt karyawan itu sendiri.
Bagi
manajemen,
penilaian kinerja diperlukan krn alas an-alasan berikut:
a.
Menggunakan
talentanya secara efektif – unt memastikan bhw kemampuan-kemampuan individual
digunakan seefektif mungkin dlam org, tanpa ada talenta yg terabaikan.
b.
Pelatihan – unt
mengidentifikasi kebutuhan pelatihan sehingga kontribusi karyawan terhdp
perkembangan org. di masa yg akan dating dpt ditingkatkan sehingga para
karyawan dpt tumbuh, menjadi lebih trampil dan percaya diri dan memberikan
sejumlah prospek kerja.
c.
Promosi – membantu
keputusan promosi dg memberikan informasi mengenai kajian dan rencana
sebelumnya unt pengembangan.
d.
Perencanaan – unt
mengidentifikasi kekurangan ketrampilan dan kebutuhan suksesi.
e.
Kewenangan – unt memelihara
hirarki wewenang dg menegaskan ketergantungan bawahan terhdp mereka yg
melaksanakan penilaian [Huat dan Torrington, 1998:271]
Bagi
karyawan, alasannya adalah:
a. Kinerja --- kemampuan karyawan unt melakukan pekerjaan dapat ditingkatkan
dengan menekankan pd kelebihannya dan pemahaman terhadap perubahan-perubahan
apa yg dibutuhkan. Kita semua sangat ingin melakukan pekerjaan dg baik, krn
harga diri kita sebagian besar dipengaruhi oleh posisi yg kita miliki dan
penggunaan keterampilan secara efektif merupakan sumber dasar kepuasan manusia.
b. Motivasi --- keyakinan kembali dan pengarahan yg
seharusnya berasal dr penilaian yg efektif dpt meningkatkan antusiasme dan
komitmen terhadap pekerjaan dan terhadap org tempat pekerjaan itu.
c. Karir --- individu dpt memperoleh petunjuk dan
indicator tentang perubahan-perubahan kerja yg mungkin.
d. Umpan Balik --- merupakan tindak lanjut dr penilaian
kinerja yg bertujuan mengakui dan mendorong kinerja unggul sehingga tetap
berkelanjutan, mempertahankan perilaku yg dpt diterima, dan mengubah perilaku
karyawan yg kinerjanya tidak memenuhi standar org [Huat dan Torrington, 1998:
271].
2.
FILOSOFI
PENILAIAN KINERJA
Satu generasi yg
lalu, program penilaian cenderung menekankan sifat-sifat karyawan, defisiensi,
dan kemampuan, tetapi filosofi penilaian modern menekankan kinerja saat ini dan
sasaran masa depan. Filosofi modern juga menekankan patisipasi dlm menetapkan
sasaran dg atasan, dan pengetahuan hasil. Adapun tanda-tanda filosofi penilaian
modern itu adalah sbg berikut:
a.
Orientasi
kinerja
---
b.
Fokus pd sasaran
atau tujuan ---
c.
Penetapan tujuan
bersama ndi antara pimpinan dan karyawan ---
d.
Sistem umpan
balik yg extensive ---
3. TUJUAN SISTEM PENILAIAN KINERJA
Penilaian
kinerja memainkan peran penting dlm proses manajemen kinerja secara
keseluruhan. Dlm hal ini penilaian kinerja adalah proses yg digunakan org unt
menilai kinerja karyawan. Org biasanya
melakukan penilaian kinerja unt berbagai tujuan, diantaranya:
a.
Penilaian
memberi justifikasi org secara resmi unt pengambilan keputusan pekerjaan, yaitu
mempromosikan karyawan yg berkinerja menonjol; membina karyawan yg berkinerja
kurang; melatih, memindahkan, atau mendisiplinkan yg lain; meningkatkan imbalan
(atau tidak); dan sbg landasan mengurangi jumlah tenaga kerja. Singkatnya,
penilaian berfungsi sbg input kunci unt melaksanakan system imbalan dan hukuman
org yg sifatnya resmi.
b.
Penilaian
digunakan sbg criteria dlm validasi tes. Yaitu, hasil tes dikorelasikan dg
hasil penilaian unt menilai hipotesis bhw skore tes mempridiksi kinerja
pekerjaan. Akan tetapi, jika pekerjaan tidak dilakukan dg cermat, atau jika
pertimbangan di luar kinerja mempengaruhi hasil kinerja, penilaian tidak dpt
digunakan unt tujuan itu.
c.
Penilaian
member umpan balik kpd karyawan dan dg demikian berfungsi sbg saran unt
pengembangan karir dan pribadi.
d.
Penilaian
dpt membantu mengidentifikasikan kebutuhan pengembangan karyawan dan jug aunt
meneguhkan tujuan-tujuan unt program pelatihan.
e.
Penilaian
dpt mendiagnosis maslah-masalah org dg mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan
karakteristik-karakteristik pribadi unt dipertimbangkan dlam mempekerjakan, dan
penilaian juga menyediakan landasan unt membedakan antara karyawan yg
berkinerja efektif dg yg berkinerja tidak efektif. Oleh krn itu penilaian menggambar awal suatu
proses, drpd produk akhir.
f.
Penilaian
bersifat memotivasi, yaitu mendorong inisiatif, mengembangkan rasa
tanggungjawab, dan merangsang usaha-usaha unt berkinerja lebih baik.
g.
Penilaian
merupakan wahana komunikasi, sbg dasar diskusi tentang hal-hal yg berhubngan dg
pekerjaan antara atasan dan bawahan. Melalui diskusi, kedua pihak dpat mengenal
lebih baik lagi.
h.
Penilaian
dpt berfungsi sbg dasar unt perencanaan SDM dan pekerjaan, yaiat memberikan
input yg berharga unt inventarisasi keterampilan dan perencanaan SDM.
i.
Penilian
dpt dijadikan dasar penelitian MSDM, yaitu unt menentukan apakah program MSDM
yg ada (seperti seleksi, pelatihan, kompensasi, dll.) efektif.
4. UNSUR-UNSUR PENILAIAN KINERJA
Unsur-unsur umum
kebanyakan system penilaian kinerja adalah standar kinerja, ukuran kinerja dan
bias/kesalahan penilaian
4.1 Standar Kinerja
4.2 Ukuran Kinerja
4.3 Kesalahan Penilaian
a.
Standar
Penilaian
b.
Kriteria
tunggal
c.
Prasangka
d.
Pengetahuan
penilai yg tidak memadai
e.
Efek
Halo
f.
Mirip
saya
g.
Kontras
h.
Kesalahan
tendensi sentral
i.
Bias
leniency dan bias strictness
j.
Kesalahan
recency of events
k.
Diferensiasi
yg rendah
l.
Memaksakan
informasi agar sesuai dg criteria bukan kinerja
5. MENGURANGI BIAS DAN MASALAH PENILAIAN
Penggunaan
penilaian mengasumsikan bhw pengamat atau penyelia cukup objektif dan akurat.
Seperti kita ketahui, daya ingat penyelia kadang-kadang salah, dan penyelia
lebih banyak mengikuti apa yg dia sukai, yg dia benci dan yg dia harapkan terhadap orang, harapan yg belum tentu abash.
Untuk itu perlu cara-cara yg efektif unt mengurangi, atau bahkan menghilangkan
kesalahan atau bias itu. Beberapa cara unt mengatasi kesalahan dan bias itu
adalah sbg berikut.
1.
Menggunakan
Banyak Kriteria
2.
Menekankan
perilaku drpd sikap
3.
Menggunakan
banyak penyelia
4.
Mengevaluasi
secara selektif
5.
Mencatat
perilaku kinerja dlam buku harian
6.
Melakukan
pelatihan
6. PERSYARATAN SISTEM PENILAIAN YG EFEKTIF
Secara legal dan
ilmiah, persyaratan utama system penilaian adalah kesesuaian strategis,
valid/absah, relevan, sensitive, reliable/dpt dipercaya, akseptabel/dpt
diterima, praktis, dan spesifik.
1. Kesesuaian Strategis
2. Validitas
3. Relevansi
4. Sensivtas
5. Reliabilitas
6. Akseptabilitas
Tabel Kategori Persepsi Keadilan dan Implikasinya
|
KATEGORI
KEADILAN
|
PENTINGNYA
UNTUK
SISTEM
PENILAIAN
KINERJA
|
IMPLIKASI
|
|
Keadilan
Prosedural
|
Pengembangan
|
·
Memberi
manajer dan karyawan Kesempatan berpartisipasi dalam pengembangan system
·
Memastikan
standar yg konsisten Ketika mengevaluasi karyawan yg berbeda
·
Meminimalkan
kesalahan dan bias penilaian
|
|
Keadilan
Interpersonal
|
Penggunaan
|
·
Memberi umpan
balik tepat waktu dan lengkap
·
Mempersilakan
karyawan mempertanyakan penilaian
·
Memberi umpat balik
dalam suasana saling menghormati dan sopan
|
|
Keadilan
Hasil
|
Hasil
|
·
Mengkomunikasakan
harapan mengenai evaluasi dan standar kinerja
·
Mengkomunikasikan
harapan mengenai penghargaan
|
[Sumber: Noe, 2006: 340]
Noe, Raymond A. et.al 2006. Human Resource Management. Gaining Competitive Advantage. Boston:
Mc-Graw Hill.
6.1 Kepraktisan
6.2 Kespesifikan
7. METODE-METODE PENILAIAN KINERJA


Metode Penilaian Kategori
Metode Perbandingan
·



Skala Penilaian Grafik
- Peringkat
·
Daftar
Periksa -
Distribusi Normal


Metode Tujuan/Perilaku
Metode Naratif
-
Pendekatan
Penilaian
- Kejadian Kritis
-

Management By
- Esai
-
Objective
(MBO)
- Tinjauan Lapangan
Gambar
Metode Penilaian Kinerja
Selain kategori
di atas, penilaian kinerja dapat dikelompokkan menjadi lima pendekatan yaitu
komparatif, atribut, perilaku, hasil dan kualitas, seperti table di bawah ini:
Tabel
Pendekatan Penilaian Kinerja
|
NO
|
PENDEKATAN
|
TEKNIK
|
|
1
|
Komparatif
|
Pemberian peringkat, Distribusi yang
Dipaksakan, Perbandingan Berpasangan.
|
|
2
|
Atribut
|
Skala Penilaian Grafik, Skala Standar
Campuran
|
|
3
|
Perilaku
|
Kejadian Kritis, Behaviorly-Anchored
Scales (BARS), Behavior Observation Scales (BOS), Organizational Behavior
Modification (OBM), AssessmentCentres.
|
|
4
|
Hasil
|
Management By Objectives (MBO),
Productivity Measurement and Evaluation Systems (ProMES)
|
|
5
|
Kualitas
|
Umpan Balik Subjektif, Umpan Balik
Objektif.
|
8. SIAPA YG MELAKUKAN PENILAIAN KINERJA
9. KAPAN DAN BERAPA KALI PENILAIAN DILAKSANAKAN?
10. MENGEMBANGKAN
SISTEM PENILAIAN
11. TINJAUAN ULANG
-----------
BAB I.
MANAJEMEN
KINERJA
KINERJA. Adalah
tingkat pencapaian hasil atas
pelaksanaan tugas tertentu
KINERJA PERUSAHAAN
; adalah tingkat pencapaian hasil dalam rangka mewujudkan tujuan perusahaan
MANAJEMEN KINERJA:
adalah keseluruhan
kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja perusahaan atau organisasi,
termasuk kinerja masing
masing individu dan kelompok
kerja di perusahaan tersebut.
KINERJA PERUSAHAAN. adalah agregasi atau akumulasi
kinerja semua unit organisasi ,
yang sama dengan
penjumlahan kinerja semua
orang atau individu yang bekerja di perusahaan tersebut.
A.
KINERJA
PERUSAHAAN
Dipengaruhi
Oleh 3 Faktor
Utama Yaitu :
I.
Dukungan Organisasi.
Ii. Peranan Manajemen.
Iii. Dukungan Kinerja Setiap Orang Yang
Bekerja Di Perusahaan Tersebut
I. DUKUNGAN
ORGANISASI :
Dipengaruhi Oleh :
1.
STRUKTUR ORGANISASI.
2.
TEKNOLOGI >…mempercepat proses produksi,
meningkatkan kualitas untuk memenangkan persaingan
Penyusunan struktur organisasi,
pemilihan teknologi dan penyediaan sarana kerja ,secara langsung dan tdk
langsung juga mempengaruhi kinerja setiap individu pekerja.
II.
PERANAN MANAJEMEN ,
Manajemen
: adalah suatu proses mengkombinasikan dan mendayagunakan semua sumber sumber
secara produktif untuk mencapai tujuan perusahaan atau organisasi.
Manajemen
melaksanakan fungsi fungsi :
perencanaan. Pengorganisasian . Pembinaan kerja. Pelaksanaan .dan pengawasan.
FUNGSI MANAJEMEN
:
1.
Merumuskan Dan Menguraikan
Visi Dan
Misi Organisasi Menjadi
Tugas Pokok
Unit Unit Organisasi.
2.
Menyusun Struktur Organisasi.
3.
Menyusun Sistem Dan
Mekanisme Kerja.
4.
Mengadakan Sarana Dan
Peralatan
Kerja.
5.
Merencanakan, Membina Dan Mendaya
Gunakan Sdm.
6.
Mengkoordinasikan Pelaksanaan
Tugas.
7.
Mengawasi Pelaksanaan Tugas.
III. DUKUNGAN
PEKERJA.
·
Kinerja
perusahaan adalah penjumlahan atau akumulasi kinerja dari semua orang yang
bekerja di perusahaan tersebut.
·
Dukungan
organisasi dan pelaksanaan fungsi fungsi manajemen juga dimaksudkan untuk
memberikan kemudahan, memfasilitasi dan
mendorong semua pekerja untuk menaikkan
kinerjanya secara optimal.
·
Kinerja
setiap pekerja dipengruhi oleh ;
I. Kompetensi individu ybs,II. Dukungan organisasi dan III. Dukungan manajemen .
a.
Manajemen
b.Kinerja
perusahan
c.
Dukungan
Organisasi
* Struktur
Organisasi
* Teknologi
d.
Kinerja
individu
B.KINERJA INDIVIDU.
Kinerja setiap orang dipengaruhi oleh 3 kelompok yaitu ,
i. Kompetensi
Individu Ybs.
ii. Dukungan
Organisasi.
iii.
Dukungan
Manajemen
I. KOMPETENSI INDIVIDU adalah :
kemampuan dan ketrampilan melakukan kerja , yang dipengaruhi oleh :
a.
Kemampuan
dan ketrampilan kerja.
b.
B.Motivasi
dan Etos kerja
A.
KEMAMPUAN dan KETRAMPILAN KERJA setiap orang dipengaruhi oleh :
1.
kebugaran
Fisik dan Kesehatan Jiwa.
2.
pendidikan.
3.
Pelatihan.
4.
Pengalaman
Kerja.
B.MOTIVASI,
SIKAP dan ETOS KERJA .
1.
Bekerja
sebagai keterpaksaan.
2.
Bekerja
sebagai tantangan dan memberi kepuasan.
II. DUKUNGAN ORGANISASI
1.
Struktur Organisasi,
setiap orang perlu memiliki dan memahami uraian jabatan dan uraian tugas
yang jelas.
2.
sarana
, alat kerja dan teknologi yang digunakan mempengaruhi kinerja setiap
orang serta memberikan kemudahan dan
kenyaman kerja.
3.
kondisi
kerja , setiap orang tahu hak dan Kewajibannya sehingga memberikan kepastian
bagi pekerja utk melaksanakan tugasnya dgn penuh tanggungjawab.
III. DUKUNGAN MANAJEMEN
1.
Mengoptimalkan
pemanfaatan kekuatan, keunggulan dan potensi
yg dimiliki setiap pekerja.
2.
Mendorong
pekerja untuk terus meningkatkan kemampuannya (wawasan dan pengetahuannya ).
3.
Membuka
kesempatan yang luas bagi pekerja utk.
meningkatkan kemampuannya.
4.
Membantu
pekerja yg kesulitan dalam melaksanakan tugasnya.
5.
membangun
motivasi kerja, disiplin dan etos kerja
dengan ; a. menciptakan variasi penugasan, b. membuka tantangan baru, c.
memberikan penghargaan dan insentif .d. membangun komunikasi 2 arah.
C.Siklus Manajemen Kinerja
Manajemen
kinerja adalah keseluruhan kegiatan yg dilakukan utk meningkatkan kinerja
perusahaan.
Manajemen Kinerja merupakan Proses berkelanjutan berbentuk siklus yang terdiri dari :
I. PERENCANAAN.
II. PEMBINAAN .
III. EVALUASI.
I. Model PERENCANAAN KINERJA.
adalah proses penyusunan rencana kegiatan
utk meningkatkan kinerja perusahaan dan kinerja setiap orang.
Rencana Kinerja
terdiri dari 3 Komponen yaitu :
1.
Uraian
jabatan / tugas / job discription
2.
Sasaran
Kinerja.
3.
Rencana
Tindakan Kerja.
II. PEMBINAAN KINERJA.
1.Mendorong pekerja memahami Uraian Tugas /jabatannya dan Tanggung jawab.
2.Mendorong
Pekerja memahami sasaran yang Harus
Dicapai.
3.Membantu Pekerja
memahami melakukan tugas.
4.Memberdayakan
pekerja melalui bimbingan , Pendidikan,
Pelatihan dan penugasan.
5.Menumbuhkan
Motivasi dan Etos Kerja.
6.Menciptakan
Iklim Kerja yg Kondusif
ANALISIS JABATAN menggambarkan :
1.
Uraian
Jabatan.
2.
Sasaran
/ Target yang harus dicapai.
3.
Standar
pencapaian hasil/ Standar Prestasi Kerja.
4.
Tingkat
Kesulitan mencapai sasaran.
5.
Syarat
Kompetensi Jabatan.
6.
Tahapan
Proses Pelaksanaan.
7.
Imbalan
yang Layak.
III.
EVALUASI KINERJA.
Evaluasi Kinerja adalah satu sistem dan cara penilaian pencapaian
hasil kerja suatu perusahaan atau organisasi. Dan setiap individu yang bekerja
di perusahaan tersebut.
Evaluasi kinerja terdiri atas
beberapa tahapan yaitu,
1.
Mengumpulkan
dan menyeleksi informasi
2.
mendiskripsikan
dan menginterpretasi kan data.
3.
Mengembangkan
dan mengkaji informasi
4.
Menarik
kesimpulan.
BAB.II.
PERENCANAAN KINERJA
Perencanaan, merupakan
tahap awal dari Sistem Manajemen.
Perencanaan Kinerja,
merupakan tahap awal dari Manajemen Kinerja, mulai dengan:
>
Perumusan Visi dan Misi Perusahaan/Orgsi
>
Perumusan Tugas Pokok dan Struktur Org.
> Sasaran dan Fungsi unit 2 org,
Uraian jabatan, sasaran Kinerja dan rencana tindakan Kinerja setiap orang di
unit Orgsi.
Salah
satu fungsi perencanaan Krusial adalah
merumuskan Visi,Misi danTujuan
Org/perush
I. VISI mengandung unsur
:
a.
CITA CITA
b.
NILAI NILAI DAN KEYAKINAN.
c. MISI
YANG DIEMBAN.
II.
VISI BERPERAN SEBAGAI :
a. KOMPAS
PEMBERI ARAH.
b. MEMPERSATUKAN PERSEPSI.
c. MENUMBUHKAN MOTIVASI.
d. DASAR
MERUMUSKAN TUGAS POKOK DAN STRATEGI.
e. DASAR
MENYUSUN STRUKTUR ORGANISASI DAN URAIAN
JABATAN
•
Visi
dan Misi merupakan dasar untuk ……
> > merumuskan Tujuan perusahaan dan Strategi
mencapainya >…. Menjadi dasar untuk menyusun Struktur Organisasi hingga uraian jabatan.
•
Tujuan
Perusahaan/ Organisasi adalah Kondisi Rasional yang ingin dicapai dalam rangka
menuju visi Perush/Organisasi dengan memobilisasi semua orang dan unit
organisi.
•
Tujuan
Perush/ Organisasi dapat dinyatakan dalam bentuk tujuan jangka Panjang, jangka
menengah dan jangka Pendek.
•
STRATEGI adalah
pilihan Cara terbaik melaksanakan Misi untuk Mewujudkan Visi atau mencapai tujuan Perush/ Organisasi.
•
STRATEGI
Didasarkan pada : Keunggulan dan Kemampuan yang dimiliki perusahaan dengan
mempertimbangkan keterbatasan dan kelemahannya..
•
STRATEGI
Harus Realistis dengan memperhatikan
peluang dan hambatan Eksternal Organisasi.
I. VISI dan MISI Tingkat MAKRO.
Dalam
perspektif yang sangat Makro, dpt diambil
Visi dan Misi bangsa INDONESIA dalam mukadimah UUD 1945. sbb.
“
Terwujudnya Masyarakat Indonesia yang Adil dan Makmur tahun 2040 ?”, Misi nya
seperti yg tertuang dalam pembukaan UUD 45. a.l . a.Melindungi segenap…………dst.
a. memajukan
kesejahteraan …..dst
b. mencerdaskan
kehidupan bangsa,
c. melaksanakan
kertiban dunia...dst
Rumusan
Tujuan = Tujuan Pembangunan Nasional / GBHN. a..l.
a. Mewujudkan
suatu Masyarakat adil dan makmur yang merata ……………………dst
b. Dalam
wadah NKRIyg merdeka…….dst
c. …………………dst
.
Visi, Misi dan Tujuan tsb lebih lanjut
diuraikan kedalam Fungsi-fungsi yg kemudian menjadi Tugas Pokok
Departemen/lembaga .Misalnya Misi “ Melindungi segenap Bangsa……dst. “ . Dapat
dirinci menjadi Fungsi2 Negara Yaitu:
a. Fungsi
Menjaga Keamanan dan pertahanan, menjadi TUPOKSI Dept. HANKAM.
b. Fungsi
Menjaga Ketertiban Masy. Menjadi Tugas pokok
Kepolisisan negara.
c. Fungsi
Menjamin Ketertiban dan kepastian Hukum
, menjadi Tugas Pokok Depertemen
Hukum dan Hak asasi Manusia. Dsb.
•
Berdasarkan Tugas Pokok tsb, setiap
Departemen dapat merumusksn Visi, Misi dan Tujuan Masing masing Departemen ybs
•
Tujuan Pembangunan jangka Panjang
dicapai dalam 25 tahun= PJP, PJM=5 tahun dan tujuan jangka Pendek dicapai dalam
kurun waktu setiap tahun anggaran.
II. VISI dan MISI Tingkat
Mikro.
Perusahaan
>….merumuskan VISI > didasarkan kpd Cita-Cita, Idealisme, Impian, dan
Nilai nilai yg dimiliki pendirinya. >
selanjutnya dirumuskan MISI
secara jelas dan Inspiratif supaya mudah dirinci dalam menyusun tujuan,
Struktur Organisasi dan uraian Jabatan dan sasaran Kinerja.
MISI, contoh,
Meningkatkan
kualitas hidup Masy melalui inovasi dan jaminan kualitas Produksi.
Mengembangkan
dan menyebarluaskan IPTEK utk meningkatkan kualitas hdp Mns.
•
TUJUAN
Perusahaan/ Bisnis lebih mudah dirumuskan
secara Kuantitatif dibandingkan perumusan tujuan lembaga Pemerintah. Demikian
juga dengan STRATEGI .
•
STRATEGI
disusun :
a. Berdasarkan
Visi dan Misi.
b. Mempertimbangkan
Keunggulan dan Kemampuan khusus yg tdk dimiliki oleh perush lain serta
keterbatasan dan kelemahan internal organisasi.
c. Memperkirakan
peluang serta hambatan dan tantangan dari luar perusahaan,daya beli Masy. Dan
kekuatan pesaing.
Untuk mencapai TUJUAN dan menjalankan STRATEGI Perusahaan disususun
Struktur Organisasi Perumusan yang Jelas mengenai Fungsi masing masing
Organisasi, uraian Jabatan,Sasaran Kinerja, dan rencana peningkatan Kinerja.
RENCANA
TINDAKAN KINERJA
Rencana Tindakan Kinerja pada prinsipnya
memuat :
1. Tindakan
dan TahapanTindakan yang akan dilakukan untuk mencapai sasaran.
2. Produk
dan jumlah produk yang akan dihasilkan.
3. Sumberdaya
yang dibutuhkan untuk mencapai hasil tersebut.
4. Risiko
yang mungkin dihadapi.
5. Rencana
tindakan darurat bila ada masalah
Rencana
Tindakan Kinerja Perlu memperhatikan faktor-faktor :
INTERNAL : al
1. 1.Rencana
penggunaan Teknologi baru, yang membutuh keahlian dan ketrampilan.
2. Rencana
ekspansi usaha >.. Menambah tenaga dan jaringan komunikasi.
3. Pemekaran
atau penciutan organisasi yang berarti
menambah atau mengurangi tenga kerja.
Faktor EKSTERNAL :
al.
1. Perubahan
pesaing yang cendrung terus bertambah banyak dan semakin ketat > oleh sebab
itu Daya Saing ( competitiveness ) perusahaan harus terus ditingkatkan.
2. Perubahan
selera masyarakat konsumen/ pelanggan baik soal bentuk /design, maupun mengenai kualitas dan atau
rasa.
3. Kebijakan
Pemerintah terutama mengenai hal2 prosedural.
BAB.III.
ANALISIS
JABATAN
JABATAN/OCCUPATION diartikan sebagai kelompok Pekerjaan yg
berada atau tersebar di beberapa unit
organisasi .
PEJABAT/Pekerja
adalah orang yang menduduki atau menjalankan suatu jabatan atau pekerjaan
tertentu dan harus memiliki Kualifikasi kemampuan atau kompetensi tertentu.
ü UU
No 8 / 1974 Ps 7 Ayat 1. menyebutkan bahwa : JABATAN adalah kedudukann yang menunjukan
Tugas dan Tanggung Jawab seseorang PNS yang memangku jabatan tsb.
ü ANALISIS
JABATAN , Menghimpun informasi mengenai ; Karakteristik Pekerjaan serta
Kewenangan dan Tanggung Jawab orang
yang menjalankan jabatan tersebut.
JABATAN -
OCCUPATION.
JOBS
atau KELOMPOK PEKERJAAN.
- Yang tersebar di beberap Unit Organisasi.
- Terdiri atas bbrp tugas yg sama.
- Pelaksanaannya memerlukan persyaratan kemampuan yang sama.
-
JABATAN bukan STATUS.
- Jabatan menunjukkan Tugas dan
anggung jawab.
-
Yang DIANALISIS adalah PEKERJAAN. Tugas2 ,Kegiatan dll yg Berhubungan dengan Pekerjaan.
1. JUDUL JABATAN.
Jabatan
Struktural : menggambarkan Posisi dalam
Struktur Organisasi.spt.
Dirjen,
Dirprod,Karo,kabag,Kasi
Jabatan
Fungsional: atau jabatan profesi
Lebih
menggambarkan Profesi, Pekerjaan,
Dan
kemampuan yg melekat pd orangnya. Spt. Dosen, Guru, Dokter, perawat, Akuntan
A. RUANG
LINGKUP ANALISIS JABATAN
Berarti
Menganalisis, Menjelaskan, & meng uraikan semua aspek yang berkaitan dengan semua jabatan atau
Pekerjaan Mulai Dari :
1.
Judul Jabatan,
2.
Ikhtisar Jabatan,
3.
Barang dan atau Jasa yang
dihasilkan jabatan itu.
4.
Uraian Jabatan/Tugas ,
5.
Bahan dan Peralatan yg digunakan,
6.
Kondisi jabatan,
7.
Tgung jwb & wwnang Pjbt yg menddki
nya.
8.
Syarat jabatan yg harus dipenuhi setiap
orang yang menduduki jabatan dimaksud.
2.
IKHTISAR JABATAN
•
Memuat
pernyataan atau rumusan singkat mengenai fungsi/ tugas yg harus
dilakukan sesorang yg menduduki jabatan.
Ikhtisar Jabatan dimulai dgn Kata kerja.
•
Misalnya : Jabatan Staf Ahli Menteri mempunyai ikhtisar
Jabatan : Mempersiapkan bahan
pidato dan Presentasi Menteri serta
memberi kan kajian atas isu isu yg berkembang.
3.
HASIL KERJA.
•
Hasil kerja yg ingin dicapai melalui
suatu jabatan akan menentukan : Uraian
jabatan, Bahan dan Peralatan yg diperlukan , Persyaratan Jabatan serta Kualifikasi Orang yg menjalankan jabatan
tersebut. .
•
Hasil akhir yg bersifat Fisik,Spt Tukang Kursi
menghasilkan rata Kursi tertentu tiap hari.
•
Hasil akhir /kerja yg bersifat Non Fisik
dapat 2 macam atau lebih, shg
memerlukan teknik dan kesepakatan tertentu mengukurnya.
4.
URAIAN
JABATAN.
• Uraian
Jabatan adalah rincian Ikhtisar Jabatan /fungsi menjadi kegiatan kegiatan yang
harus dilakukan. Misalnya, (kata kerja)
• a
. Menyusun rencana kegiatan, b.Mengkoor dinasikan c. Menyelenggarakan
kegiatan.dst
5. BAHAN
dan PERALATAN.
Bahan/ Input dan Peralatan yg digunakan
utk menghasilkan Luaran/Output
tergantung
a. Produk
yg akan dihasilkan setiap unit orga nisasi dan Jabatan yg bersangkutan dan
b. Teknologi
yg digunakan dlm Proses Prod.
6. KONDISI JABATAN.
Mencakup Hubungan
Jabatan, Lingkungan Kerja, dan alat kerja,Proses Produksi, Risiko atau bahaya
kerja .
a. Hubungan
Jabatan, Jabatan 2 dalam suatau
organisasi mem bentuk suatu Piramida
Jabatan.yg didalam nya terdpt hubungan
Horizontal dan vertikal atr satu Jbt dgn Jbt –Jbt lainnya .Bag umum
,Bag.KP, Bag.Perencanaan, dgn Bag.evpol. Berada dibawah Sekditjen. Kabag Umum
membawahi 3.Subbagian,Yi Kepeg, Hukmas dan Rumah tangga.
b.Lingkungan
Kerja, menyangkut Tempat Kerja, Tata letak peralatan,ruangan kerja, Ca haya,
ventilasi atau sirkulasi udara, alat pen jaga keselamatan kerja dan kesehatan
kerja. Lingkungan kerja mempengaruhi tingkat Kinerja Seseorang.
c. Proses
Produksi. Menjelaskan tahapan2 kegiatan pada Unit Organisasi, yg biasanya
disusun dlm bentuk Standar Prosedur
Kerja yg berfungsi sbg Pedoman/ Juknis bagi Peker ja Ybs dalam melakukan
pekerjaannya.
d. Risiko
Kerja, dipengaruhi lingkungan kerja ,bahan dan peralatan yg digunakan.Dampak
Risiko kerja Dpt dilihat dalam 3 hal yi. :
Pertama
: Terhadap Keselamatan dan Keseha tan pekerja ybs dan pekerja lain dilingkungan
kerja tsb. Risiko tinggi dituntut Kompensasi atau gaji yg tiggi pula dan
Kualitas perkerja yg tinggi.
Kedua : Risiko thd Alat2 kerja dan aset.
Ketiga : Untuk Produk yg bersifat massal perlu
jaminan kualitas dan diperlukan SDM yang
berkualitas.
7.
Tanggung Jawab dan Wewenang, Setiap
orang dalam jabatannya bertanggungjawab atas pelaksanaan tugas2 dan pencapaian
hasil sesuai degan sasaran jabatan tersebut.
8. Syarat Jabatan, mencakup semua syarat yg
harus dipenuhi 0leh seseorang utk dapat memangku suatu jabatan yg digolongkan
pada 4 kelompok yaitu syarat Fisik,Kualitas, Mental dan Syarat Administratif.
•
SYARAT
JABATAN.
•
FISIK : - Umur, -Tinggi, Berat, - Upaya Fisik.
•
KUALITAS
: - Pendidikan.
•
- latihan.
•
- Pengalaman.
•
SIKAP
MENTAL :
•
- Bakat.
•
- Temperamen.
•
- Minat.
•
ADMINISTRATIF : Alat Bukti Pribadi berupa,
•
Akte Kelahiran/Umur, Ijazah pddkan, penga
laman kerja,prestasi,pangkat,gaji, Status perkawinan, anggota keluarga dsb
B.
TUJUAN ANALISIS
Adalah
Untuk menyusun dan menata struktur Organisasi, jenjang dan hubungan Jabatan,
Perumusan uraian Jabatan dan penentuan Syarat Jabatan,shg dpt dilakukan
1. Kebut.tnaga
kerja,>perencanaan TK.
2. Mrumuskan
tata prosedur & pedoman kerja
3. Mengisi
Jbtan melalaui rekruitmen dari in ternal atau eksternal Organisasi.
4. melakukan
evaluasi kinerja dgn mggnakan sasaran dan uraian Jbtan sbg tolok ukur.
5. Melakukan
promosi dan rotasi sbg tindak lanjut hasil evaluasi kinerja.
6. Mlkukan
bimbngan & plthan sbg tindak lanjut
hasil evaluasi kinerja.
C.
METODE ANALISIS
Dilakukan
dengan menggunakan 3 jenis Metode Yaitu
:
1. Metoda
Benchmarking, adalah memilih satu perusahaan sbg acuan/ contoh untuk ditiru.
Shg struktur organisasi,struktur
jabatan,dan uraian jbtan disusun spt di Perush contoh dgn atau tanpa
penyesuaian..
Univ Swasta > contoh Univ Trisakti.
R.S
.Swasta > contoh R.S. MMC yang dianggap bagus untuk dicontoh.
2. Metode
Studi Organisasi. Adalah penyusunan struktur organisasi dan jabatan berdasarkan
Visi, Misi, Tujuan dan Tugas Pokok organisasi yg diurai menjadi tupok dan
fungsi2 unit organisasi ,hingga rumusan uraian jabatan dan syarat jabatan.
3. Metode Kombinasi. Merupakan perpaduan metode Benchmarking dengan metode studi
organisasi.
D.Pelaksanaan analisis
jabatan
Disetiap Organisasi perlu dibentuk satu unit
yg berfungsi melakukan Analisis Jabatan. Untuk melakukan Analisis
Jabatan secara menyelu ruh dapat
dilakukan menggunakan Konsul tan dengan
didukung oleh partisipasi aktif dan keterlibatan langsung dari Unit2 dan
Pejabat2 tertentu di organisasi
ybs. Al :
1.Pimpinan
Organisasi/Perush,2.Kabag Analisis Jabatan.3.Konsultan bersama staf bag. Anali
sis 4,Bag.analisis bersama
Konsultan.5.Pimpinan Tertinggi Organisasi/ Perush .7.dll
EVALUASI KINERJA
•
Evalusi Kinerja= Performance evaluation
=perfomance Appraisal, yang berarti
memberikan Nilai atau Harga
•
Memberi nilai atas pekerjaan yang
dilakukan seseorang dan untuk itu diberikan imbalan, kompensasi atau
penghargaan.
•
Evaluasi Kinerja = penilaian prestasi
kerja, merupakan cara yang paling adil dalam memberikan imbalan atau
penghargaan kepada pekerja
EVALUASI KINERJA.
1. Evaluasi
kinerja adalah proses penilaian pelaksanaan tugas (Performance)seseorang atau
kelompok orang atau unit kerja organisasi atau perusahaan.
2. Kinerja
individu adalah tingkat pencapaian atau hasil kerja seseorang dari sasaran yang
harus dicapai atau tugas yang harus
dilaksanakan dalam kurun waktu tertentu.
3. Kinerja
perusahaan atau organisasi adalah tingkat pencapaian sasaran atau tujuan yang
harus dicapai oleh perusahaan dalam kurun waktu tertentu
4.
Evaluasi kinerja merupakan bagian
dari fungsi manajemen yang penting Yaitu
Evaluasi dan Pengawasan (Evalution and Contrlling).
5. Evaluasi
Kinerja dapat dilakukan :
- E.K perorangan/ individu
- E.K Tim atau Kelompok Kerja.
- E.K Unit atau Bagian organisasi.
- E.K Perusahaan atau Organisasi
A. Tujuan Evaluasi Kinerja
a.
Tujuan Evaluasi Kinerja adalah untuk
menjamin pencapaian sasaran atau tujuan perusahaan.
b.
Evaluasi kinerja perusahaan menunjukkan posisi dan tingkat
pencapaian sasaran atau tujuan perusahaan
sehingga dapat dilakukan
* Percepatan bila terjadi kelambatan.
* Penyempurnaan bila terjadi penyimpangan
3.
EVALUASI KINERJA DIMAKSUDKAN UNTUK MENGETAHUI :
v Pencapaian
sasaran perusahaan
v Pencapaian
sasaran unit kerja.
v Pencapaian
sasaran kelompok.
v Pencapaian
sasaran individu
B.Pemanfatan
Hasil EK
1. Peningkatan
Kinerja Individu
2. Pengembangan
SDM.
3. Pemberian
Kompensasi yang adil.
4. Program
peningkatan produktivitas Perush
5. Penyusunan
kebijakan dan program kepeg ( Promosi, Rotasi, Mutasi,Perenc. Karier).
6. Menghindari perlakuan diskriminasi terhadap pekerja.
C.Sistem
pendukung EK
1. Analisis
Jabatan.
2. Uraian
jabatan.
3. Standar
Kinerja.
4. Pengukuran
Kinerja.
5. Promosi
dan mutasi.
6. Kompensasi.
7. Perencanaan
karier.
8. Pengembangan
SDM.
D.TOLOK
UKUR EK
1. Sasaran/target sesuai
yg ditetapkan.
2. Standar
umum sesuai dgn ketetapan atau pedoman resmi atau konsesus nasional /
internasional.
3. Standar
yg telah ditetapkan secara khusus
sebelumnya.
4. Uraian
tugas / jabatan.
5. Misi
dan tugas pokok unit atau organisasi.
E.Dimensi Tolok
Ukur
1. Kuantitas.
2. Kualitas.
3. Waktu
dan kecepatan.
4. Nilai dan Budaya
5. Dinyatakan
dalam prosentase atau indeks
F.Pelaksanaan
E.K
1. Atasan
langsung atau kepala unit ybs.
2. Individu
atau unit ybs.
3. Tim
yang secara khusus dibentuk.
4. Kombinasi
dua atau lebih.
g.Sumber
infomasi
1. Laporan
atau EK individu.
2. Laporan
atau EK unit.
3. Tenaga
supervisi.
4. Teman
sekerja.
5. Bawahan.
6. Pelanggan
internal.
7. Pelanggan
external.
8. Pemasok
internal.
9. Pemasok
external.
10. Nara
sumber lain.
Pelaksanaan
E.K
I.
Menjelang atau segera
setelah akhir penugasan.
II. Secara Rutin – Berkala:
* Setiap hari.
*
Setiap Minggu.
*
Setiap kwartal.
*
Setiap semester.
*
Setiap tahun.
III. Evaluasi khusus karena dirasakan
masalah
IV. Untuk program program Organisasi
dan Kepegawaian.
*
Rotasi dan Promosi.
*
Analisis jabatan.
*
Perencanaan karier.
*
Identifikasi kebutuhan latihan.
*
Penyusunan skala upah.

Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking